“PSSSST...
JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA”
Berawal
dari sebuah rekaman dalam kehidupan sekolah ,Olla yang direkam oleh temannya, Gita untuk membuat sebuah video-cam
tentang temannya. Saat perekeman berlangsung, saat mereka berada di kantin,
mereka bertemu dengan Echi. Saat mereka berbincang di kantin, Gita menyadari
banyak cerita di sekelilingnya yang dia tidak tahu.
Gita adalah siswa smu yang baru saja membeli handycam hasil dari jerih payahnya menabung uang. Berbanding terbalik dengan teman – teman dekatnya yang sering membohongi orang tua mereka untuk mendapatkan gadget atau barang mewah lain yang mereka inginkan. Dengan berdalih untuk keperluan sekolah teman – teman gita dengan mudah mendapatkan uang dari orang tua mereka. Tidak hanya di kalangan siswa, praktek korupsi dan perilaku tidak jujur juga terjadi kalangan pendidik yaitu guru. Temannya Gita yang bertugas menjual buku dari gurunya mengungkapkan alasan mengapa Gita mendapat nilai yang lebih rendah dari temannya hanya karena dia tidak membeli buku yang dijual gurunya. Nilai bukannya ditentukan prestasinya tetapi ditentukan menguntungkan atau tidaknya guru tersebut. Di lain pihak, temannya yang lain terbiasa berbohong kepada orang tuanya saat meminta uang untuk membeli buku pelajaran. Ayahnya anak ini berbohong kepada atasannya. Atasannya akan berbohong kepada atasannya. Karena ini, terbentuk lingkaran kebohongan. Temannya Gita menganggap sogok menjadi biasa. Inilah yang terjadi di masyarakat kita sekarang. Berbohong, sogok, menggunakan calo untuk menyederhanakan masalah jadi biasa. Padahal ini merupakan perbuatan yang memalukan dan merusak suatu negara. Selama korupsi belum teratasi negara ini tidak makmur. Kesejahteraan masyarakat kita tidak akan merata. Nantinya banyak orang yang kaya karena uang haram dan banyak yang miskin kelaparan yang menjadi korban korupsi yang pada akhirnya akan memicu adanya tindak kekerasan, kejahatan, pencurian, dan kejahatan lain yang semuanya berawal dari menganggap ketidakjujuran hal yang biasa.
Gita adalah siswa smu yang baru saja membeli handycam hasil dari jerih payahnya menabung uang. Berbanding terbalik dengan teman – teman dekatnya yang sering membohongi orang tua mereka untuk mendapatkan gadget atau barang mewah lain yang mereka inginkan. Dengan berdalih untuk keperluan sekolah teman – teman gita dengan mudah mendapatkan uang dari orang tua mereka. Tidak hanya di kalangan siswa, praktek korupsi dan perilaku tidak jujur juga terjadi kalangan pendidik yaitu guru. Temannya Gita yang bertugas menjual buku dari gurunya mengungkapkan alasan mengapa Gita mendapat nilai yang lebih rendah dari temannya hanya karena dia tidak membeli buku yang dijual gurunya. Nilai bukannya ditentukan prestasinya tetapi ditentukan menguntungkan atau tidaknya guru tersebut. Di lain pihak, temannya yang lain terbiasa berbohong kepada orang tuanya saat meminta uang untuk membeli buku pelajaran. Ayahnya anak ini berbohong kepada atasannya. Atasannya akan berbohong kepada atasannya. Karena ini, terbentuk lingkaran kebohongan. Temannya Gita menganggap sogok menjadi biasa. Inilah yang terjadi di masyarakat kita sekarang. Berbohong, sogok, menggunakan calo untuk menyederhanakan masalah jadi biasa. Padahal ini merupakan perbuatan yang memalukan dan merusak suatu negara. Selama korupsi belum teratasi negara ini tidak makmur. Kesejahteraan masyarakat kita tidak akan merata. Nantinya banyak orang yang kaya karena uang haram dan banyak yang miskin kelaparan yang menjadi korban korupsi yang pada akhirnya akan memicu adanya tindak kekerasan, kejahatan, pencurian, dan kejahatan lain yang semuanya berawal dari menganggap ketidakjujuran hal yang biasa.
Pesan moral yang dapat di ambil dari
cerita :
Pada film
”Pssst... Jangan Bilang Siapa Siapa” sangat mudah untuk diambil amanahnya
karena menyangkut dalam kehidupan sehari-hari seorang remaja di sekolah. Dengan
teknik pengambilan gambar video-cam dari mata seorang murid SMA yang sedang
membuat film dokumenter, kita melihat anak-anak SMA masa kini yang dengan
enteng menilep duit di sana-sini. Satu murid ditugaskan gurunya untuk menjual
buku pelajaran dengan harga yang lebih mahal daripada harga buku di toko.
Keuntungannya akan dikantongi sang guru dan sang murid. Korupsi ini terus
berantai dari satu orang ke orang lain, dimulai dari usia dini hingga dewasa
dan berlangsung dari lini terbawah hingga atas, vertikal dan horizontal.
Kesimpulan
Film Psssttt... Jangan Bilang
Siapa-Siapa menggambarkan contoh-contoh tersebut, mulai dari contoh
yang paling dekat dengan kehidupan kita, di keluarga hingga tindakan korupsi
dalam perusahaan. Film ini menggambarkan tentang kondisi nyata di mana kita
sering menghalalkan tindakan yang sebenarnya adalah korupsi. Di sisi lain kita
sering menertawakan orang-orang yang dengan sekuat tenaga bertindak jujur.
Sutradara : Chairun Nissa
Pemain: Siska Selvi Dawsen, Nasha Abigail, Alexandra Natasha, dan Ence Bagus
Pemain: Siska Selvi Dawsen, Nasha Abigail, Alexandra Natasha, dan Ence Bagus






Depo 20ribu bisa menang puluhan juta rupiah
BalasHapusmampir di website ternama I O N Q Q
paling diminati di Indonesia